Kita sering mendapati orang begitu menggebu mengejar cita-cita dunia, bekerja mati-matian untuk karir dunianya maka seharusnya seorang muslim jauh lebih bersemangat dalam mengerjakan kebaikan (fastabiqul khairat) untuk akhiratnya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ
“Bersemangatlah dalam menggapai hal yang bermanfaat untukmu.” (HR. Muslim no. 2664)
Indikasi ia bersemangat adalah tidak menunda-nunda dalam melakukan kebaikan. Allah ‘azza wajalla berfirman,
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ الله جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka, berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 148)
Kita sering terpedaya dengan panjangnya angan-angan kita. Menunda kebaikan yang sudah nampak dihadapan mata. Padahal kita tidak bisa menjamin apakah besok nafas ini masih ada.
Jangan tunda kebaikan, jangan tunda kebaikan. Berlombalah dalam kebaikan dengan mengajak orang-orang yang dekat dengan kita. Keluarga, tetangga, teman, murid. Semoga kita sentiasa mendapatkan taufiq dari Allah untuk istiqomah beramal sholeh sehingga hidup kita diberkahi, ya berselimutkan kebaikan.
wafaqokumullahu jamii’an
@nggiummufarwah



