Nasehat seringkali membuat panas telinga anak-anak sehingga mereka sering abai dengan nasehat baik kita. Sebab, tidak ada kekuatan yang menggerakkannya. Jika nasehat itu hanya sekedar untuk menegur kesalahannya atau menghibur perih hatinya tanpa ada harapan agar si anak mendapat taufiq dari Allah, maka anak-anak akan mendengar sesaat setelah itu hilang tanpa ada yang tersisa.
Jika nasehat itu kita ucapkan dengan sepenuh hati sambil berharap turunnya taufiq Allah Ta’ala, insyaa allah akan menjadi qaulan tsaqila. Sebab, Bobot nasehat pada anak-anak kita bukan dari manisnya tutur kata,melainkan kuatnya penggerak dari dalam dada : iman kita, niat kita.
Jangan berhenti memberi nasehat, meski sering diabaikannya.
Jangan berhenti memberi nasehat, meski belum berbekas pada jiwanya.
Jangan berhenti memberi nasehat, dengan menyuguhkan cerita-cerita yang menginspirasi agar terketuk hatinya. Karena, terkadang sebuah cerita nyata mampu berbicara lebih banyak dibandingkan nasehat yang bertubi-tubi.
Anggi Ummu Farwah



